Perkirakan Puncak Arus Mudik Tepat pada Hari Raya Lebaran

puncak arus mudik
Tanggal 15 Juni 2018 diprediksi sebagai puncak arus mudik oleh Kemenhub (Kementrian Perhubungan). Kemudian berdasarkan hitungan dari tim litbang Kemenhub, pada lebaran kali ini arus mudik akan terbagi menjadi tiga gelombang. 
Gelombang pertama yaitu arus mudik pada tanggal 8 dan 9 Juni, kemudian gelombang kedua arus mudik tanggal 12 dan 13 Juni dna gelombang ketiga yaitu pada tanggal 15 Juni saat hari H Idul Fitri. Kata Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, saat ditemui di Gedung Kementrian Perhubungan Jakarta pada Senin (11/6) lalu menyebutkan bahwa lonjakan mudik diprediksi akan terjadi tepat pada hari raya lebaran.
Adanya pola mudik lebaran ini, berdampak dari perpanjangan masa cuti bersama. Biasanya pemudik memilih melaksanakan shalat Ied terlebih dahulu di Jakarta, baru kemudian pulang kampung pada hari raya lebaran setelah shalat ied. Kata Budi, kemungkinan pemudik lebih memilih siang saat pulang kampung sebab logikanya libur lebaran saat ini memiliki waktu yang lebih panjang. 
Kemenhub akan tetap terus mengawasi serta mengantisipasi adanya lonjakan pemudik pada titik-titik rawan. Pihaknya akan segera mengambil langkah cepat apabila terdapat penumpukan arus mudik di titik-titik tertentu. Selanjutnya untuk prediksi lonjakan pemudik pada hari Senin (11/6) dan hari selasa (12/6), Budi memperkirakan jika arus mudik akan lancar dan terkendali,baru lusa kemudian akan terjadi lonjakan arus mudik yang signifikan.
Beberapa daerah kini mulai menunjukkan titik kemacetan. Seperti dilansir oleh akun twitter milik PT. Jasa Marga (Persero) yang menyatakan pada H-2 menjelang lebaran yaitu sejak Selasa (12/6) pada pukul 23.30 WIB terjadi kepadatan arus lalu lintas di ruas tol Jakarta – Cikampek. Bahkan hingga Rabu (13/6) pukul 09.00 antrean di ruas jalan tol tersebut masih padat.

Maka untuk mengatasi kepadatan arus mudik ini, sejak Rabu pagi (13/6) kepolisian menambahkan lajur lawan arah atau contraflow dengan panjang sekitar 32 km. Para pengandara melalui pintu keluar Cikarang Utama 3, diarahkan melalui jalan arteri. Hingga saat ini Kementrian Perhubungan serta pihak lainnya yang terkait masih memantau arus mudik serta datangnya kendaraan. Apalagi kedatangan kendaraan dari arah Bekasi Barat, Cikarang, Bekasi Timur, Karawang, Garut dan Cipali. 
M. Ridwan, Ketua Posko Harian Jasa Marga M, meyebutkan bahwa kepadatan di tol dapat dikurangi dengan mengarahkan pengendara melewati jalur alternatif dengan lewat Cikampek lama atau Karawang. Apabila kondisi jalan sudah normal, pengendara bisa kembali melewati tol.
Gelombang mudik sebenarnya telah dimulai sejak minggu lalu. Data kementrian Perhubungan menyebutkan jika volume kendaraan mudik lebaran terbanyak memiliki total 109.164 pada Sabtu (9/6). Kemudian pada H-3 lebaran, volume kendaraan menurun. Kementrian Perhubungan menunjukkan data jumlah kendaraan pada H-3 sebanyak 104.690 kendaraan. 
Meskipun jumlahnya menurun, namun dibandingkan tahun 2017 lalu, volume kendaraan di tahun ini meningkat bahkan hingga 206 persen. Dirjen Hubdar Nurhadi Unggul Wibowo selaku ketua Posko Harian, menambahkan jika puncak mudik ke arah timur terjadi pada malam hari. Hal ini disebabkan kedatangan kendaraan yang tidak merata sehingga pada malam hari menumpuk. 
Demikian info terkait mudik lebaran. Bagi para pemudik diharapkan tetap waspada dan berhati-hari selama dalam perjalanan. Jika merasa lelah, sebaiknya berhenti pada posko-posko mudik yang tersedia di sepanjang jalan agar Anda dapat beristirahat untuk sekedar duduk atau tidur.

Jangan memaksakan diri mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk sebab resiko kecelakaan besar. Bagi kalian yang ingin update seputar berita terkini, silahkan kunjungi terus Diversitybeautiful.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top