sumber : wajada

Doa Iftitah Muhammadiyah adalah doa yang dibaca ketika memulai sesuatu, baik itu sebuah kegiatan, acara, maupun ibadah. Doa ini merupakan doa oleh Nabi Muhammad SAW dan untuk dibaca setiap hari, penting karena memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Dengan membaca doa ini, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita, meningkatkan ketaqwaan kita, serta menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Akhirnya, kita dapat merasakan manfaat dari doa ini dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Iftitah Muhammadiyah

Doa Iftitah Muhammadiyah adalah salah satu doa Nabi Muhammad SAW, sangat penting bagi para pengikutnya, karena mengandung banyak makna dan nilai-nilai spiritual. Selain itu doa ini juga merupakan simbol kesatuan umat Islam, karena mengingatkan mereka pada perintah Allah SWT dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya Doa Iftitah Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

Arab :

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

Latin :

Allahumma baa’id bainii wa baina khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.

Artinya:

“Wahai Allah Jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin.”

Menurut Hadits Riwayat

Arab :

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ)، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لا إلَهَ لِي إِلا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَكْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا أَنتَ وَاهْدِنِي لأَحْسَنِ الأَخْلاقِ لا يَهْدِى لَأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لا يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلا أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالخَيْرُ كُله في يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin :

Wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardh, hanifan musliman wama ana minal musyrikiin, inna sholaati wanusukii wamahyaaya wamamaati lillahi robbil ‘alamin. Laa syarikalahu wabidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin [wa anaa minal muslimiin]. Allahumma antal malik. Laa ilaaha illa anta. Anta robbii wa ana ‘abduka. Zholamtu nafzi wa’taroftu bidzanbi, faghfirlii dzunubii jami’aa. La yaghfirudz dzunuba illaa anta. Wahdini liahsanil akhlaqi, laa yahdi li ahsanihaa illaa anta. Washrif ‘annii sayyi’ahaa la yashrifu ‘annii sayyi’ahaa illa anta. Labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhuu fii yadaika. Wasy syarru laisa ilaika anaa bika wa ilaika. Tabaarokta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilatik.

BACA JUGA : Doa Pembuka Majelis, Lengkap Arab Latin dan Terjemahannya

Artinya:

“Aku menghadapkan wajahku kepada Dia Yang menciptakan langit dan bumi, tegak dan Muslim, dan aku bukan dari orang-orang musyrik. Aku mati demi Allah, Tuhan semesta alam, Dia tidak memiliki pasangan, dan dengan itu aku telah diperintahkan, dan Aku yang pertama dari umat Islam (dan aku dari umat Islam), ya Allah, Engkau adalah Raja, aku tidak memiliki Tuhan selain Engkau, Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu.

sumber: ngopibareng

Ampunilah aku semua dosaku, tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau , dan tuntunlah aku dengan perilaku terbaik, tidak ada yang membimbing mereka kecuali Engkau, dan jauhkan kejahatan dariku. Oh, tidak ada yang bisa menjauhkan kejahatannya dariku kecuali Anda siap melayani Anda dan bahagia, dan semua kebaikan adalah di tangan Anda, dan kejahatan bukan untuk Anda, saya di dalam Anda dan untuk Anda saya bertobat. Saya meminta maaf dan bertobat kepada Anda.” (HR Muslim).

Jadi, doa Iftitah Muhammadiyah adalah salah satu doa oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, doa ini sangat penting bagi para pengikutnya, karena mengandung banyak makna dan nilai-nilai spiritual.

Demikian juga merupakan simbol kesatuan umat Islam, karena mengingatkan mereka pada perintah Allah SWT dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

BACA JUGA : Doa Ketenangan Hati dan Pikiran, Bisa Hilangkan Stress

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *